Sajak
Showing posts with label Sajak. Show all posts

Sunday, 17 January 2016

Biadab!



Matilah kau ke dalam darahmu
Matilah kau ke dalam apimu
Matilah kau! Biadab!



2016

Thursday, 10 December 2015

Yang Ingin Kumiliki

-untuk menjaga kesadaranku.

Telah aku lepas ke dasar hatimu
lalu kutabahkan bersama batu itu
yang mencintai jejak kakimu.

Ia berserah, menundukkan kepala
di antara udara
meski kata-kata yang ditinggalkannya.

Udara begitu dingin,
ketika ia meninggalkanku
serahkanlah apimu ke aku
biarkan tubuhku menyalakan apimu.

2015


Saturday, 14 November 2015

Selamat Pagi, Dita

Telah aku temukan kembali
pelan-pelan yang aku katakan.

kerumunan burung
membelah subuh
sebelum kau membuka mata
sebelum kau menggigil dingin.

Telah aku temukan kembali
pelan-pelan yang aku katakan.

"Selamat Pagi, Dita"
Purwokerto, 2015

Tuesday, 7 July 2015

Pohon yang Tua




daun, daun
ranting, ranting tua
tidak lagi kuat menompang angin
gugur di atas tanah
yang melahirkan anak-anak pohon.

sepertimu; yang berdiam sendiri
menantikan
matahari menenggelamkan sinar
di laut.

2015

Melina



dan gelombang rambutmu
sesuatu yang terus mengalir
di ingatanku.

2015

Saturday, 4 July 2015

Pulang dari Purwokerto





Duduk paling belakang, terguncang kecil
kudengar mesin tua, makin, aku rindu
mobil bapak.

Jendela yang terbuka
yang terlukai koin kondektur
angin menerbangkan tiba-tiba
lengan yang bersandar.

Biarkan mobil
di samping melaju cepat
akan jalan pulang.

Biarkan waktu melambat
asalakan mencintaimu
selalu tepat.

Cahaya senja
menyelonong masuk,
disela-sela lengan
yang sepi.

Sampai pada sebuah waktu
orang-orang mendaratkan kakinya
dan kembali bersedih.

2015
© Okdiyan Artha Kusuma | @nebulasenja
Maira Gall
| Published By Kaizen Template | GWFL | KThemes